Indonesia diketahui sebagai bangsa yang kaya akan potensi seni budaya. Di setiap daerah di Indonesia memiliki kesenian-kesenian yang berbeda satu dengan lainnya. Batik dan Warak Ngendog adalah dua dari kebudayaan yang ada di Indonesia.

Seni Batik merupakan warisan budaya masyarakat Jawa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan, baik dari segi teknik maupun visualnya. Seperti pendapat Sudarso Sp (1998) yang menyataakan Seni modern tidak terbatas ruang dan waktu. Ia sanggup menerima segala bentuk seni dengan tanpa syarat. Batasan-batasan yang dulu ada seperti ikatan tradisi, pola, dan aturan lama disisihkan dulu.

Seni Lukis Batik berkembang setelah Seni Batik ada. Pada pembuatannya Seni Lukis Batik mengadopsi dari teknik pembuatan Batik. Batik menggunakan teknik tutup celup yang sudah terkenal di berbagai belahan dunia, bahkan hampir semuanya menggukan istilah ”batik”. Menurut Rohana (2014) Pengekspolorasian batik modern di Yogyakarta pernah berhasil dan mencapai booming pada tahun 1970-an sampai tahun 1980-an dalam bentuk seni lukis batik, busana, dan aksesoris interior.

Dalam jurnal yang ditulis oleh Triyanto, dkk(2013) yang berjudul Warak Ngendog: Simbol Akulturasi Budaya Pada Karya Seni Rupa dijelaskan bahwa Salah satu kekayaan kesenian tradisi yang dimiliki Kota Semarang ialah hadirnya budaya visual (seni rupa) Warak Ngendog, yaitu sebuah karya seni rupa yang menjadi maskot utama dalam kegiatan tradisi ritual Dugderan. Dugderan sebagai tradisi budaya yang diadakan rutin setiap tahunnya terdiri dari tiga agenda yaitu pasar (malam) Dugder, prosesi ritual pengumuman awal puasa dan kirab budaya Warak Ngendog. Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan tradisi Dugderan. Tradisi ini sampai sekarang terus dilestarikan dan dilaksanakan dengan segala dinamikanya.

Akhirnya, penulis yang juga besar di Kota Semarang yang pada masa kecilnya sering di ajak orang tuanya untuk melihat Warak Ngendog pada tradisi Dugderan, berusaha menghadirkan kembali bentuk-bentuk warak ngendog dalam sebuah Karya Seni Lukis Batik. Menghadirkan kembali sosok Warak Ngendog seperti bernostalgia ke masa kecil penulis. Dengan harapan dapat melestarikan dua kebudayaan secara bersamaan, Warak ngendhog yang berbentuk 3 dimensi dihadirkan kembali dalam sebuah Karya Seni Lukis 2 dimensi. Semoga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bersama kita semua.

karya_lia_2 karya_lia_3 karya_lia_4 karya_lia_5 karya_lia_6