Kabupaten Kudus merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa peninggalan Walisongo. Salah satu peninggalan arsitektur yang utama dan tonggak penyebaran islam secara kultural adalah Menara Kudus. Bentuk yang unik tersebut mencerminkan semangat akulturasi budaya Islam, Hindu, dan juga Budha menjadikan Menara Kudus sebagai Menara Multikultural.

Kehidupan pewarisan nilai Islam secara kultural tersebut membawa Kudus memiliki berbagai tradisi keislaman yang khas. Beragam tradisi-tradisi masyarakat masih dijaga dan disakralkan di Kabupaten Kudus sampai sekarang. Contohnya tradisi larangan penyembelihan sapi, buka luwur, dandangan, nyiwer deso, bulusan, resik-resik sendang, kirab pengantin gapura masjid wali, sego kepel. Tradisi tersebut merupakan adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan dalam masyarakat (KBBI). Keberadaan tradisi masyarakat tersebut adalah sebuah simbol identitas dan eksitensi suatu masyarakatnya. Tradisi tercipta melalui perjalanan panjang dari faktor kebiasaan hingga menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, serta tidak lepas oleh batas religi atau kepercayaan.

Tujuan dari pembuatan proyek studi ini adalah menghasilkan berbagai karya seni lukis surealistik, dengan tema tradisi-tradisi masyarakat yang berada di Kudus Selain itu, agar dapat memberi wacana kepada apresiator tentang pengenalan budaya melalui tradisi masyarakat Kudus.

 

fadli_7 fadli_2 fadli_3 fadli_4