Wayang merupakan salah satu warisan luhur peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Terdapat bermacam–macam jenis wayang, antara lain wayang kulit, wayang beber, wayang orang dan wayang golek. Namun seiring dengan perjalanan waktu minat terhadap wayang itu sendiri perlahan–lahan berkurang karena perkembangan zaman yang penuh dengan teknologi canggih. Hal ini bisa dilihat dari sepinya penonton saat Iadakan pertunjukan wayang. Cerita wayang memiliki banyak sekali nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kisah-kisah tauladan yang ada pada tokoh wayang dapat menjadi contoh yang baik. Salah satunya adalah kisah Ramayana.

Kisah Ramayana merupakan sebuah kisah Sanskerta kuna yang digubah oleh Walmiki dan merupakan bagian penting dari ajaran Hindu kuna. Wiracarita ini  terbagi menjadi 7 kanda (jilid), yaitu Balakanda, Ayodyakandha, Aranyakanda, Kishkindhakanda, Sudrakanda, Yuddhakanda, Uttarakanda. Ramayana berasal dari kata Rama dan Ayana yang berarti pengembaraan Rama. Kisah Ramayana menceritakan kisah Rama, yang istrinya, Sinta, diculik oleh raja Rahwana. Ramayana bukan hanya cerita biasa, Ramayana berisi ajaran bijak Hindu kuna dan menyajikan kebaikan untuk kesadaran manusia akan pentingnya hidup dalam kebajikan di dunia ini, seperti sifat kasih sayang kepada sesama, tolong menolong, semangat pantang menyerah, kebijaksanaan, kesabaran, , keberanian, kepahlawanan dan rela berkorban.

Buku cerita bergambar merupakan salah satu karya seni yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi yang kuat karena dalam buku cerita bergambar terdapat ilustrasi yang berkaitan dengan cerita yang ingin disampaikan dan disertai dengan narasi mengenai cerita tersebut, dengan demikian para pembaca dapat dengan mudah menerima informasi atau pesan yang hendak disampaikan melalui buku cerita bergambar. Dengan bentuknya yang relatif mudah untuk dibawa sehingga  informasi yang berada di dalam buku dapat dinikmati di berbagai tempat. Selain sebagai media komunikasi, sebuah buku cerita bergambar juga dapat berfungsi   sebagai benda koleksi, karena buku cerita bergambar adalah karya seni yang terdiri dari sampul muka sampai sampul belakang, yang berisi antara teks dan ilustrasi yang dipadupadankan secara baik dengan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan prinsip-prinsip rupa.

Memviusalisasikan kisah Ramayana ke dalam buku cerita bergambar dapat  menjadi sarana untuk mengabadikan dan menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam kisah Ramayana bagi masyarakat dan secara khusus bagi generasi muda, karena dalam buku cerita bergambar dapat memvisualisasikan cerita Ramayana secara tertulis dan dengan disertai ilustrasi mengenai cerita yang disampaikan.

robert_ramayana_1

robert_ramayana_2

robert_ramayana_3

robert_ramayana_4

robert_ramayana_5

robert_ramayana_6

Leave a Reply