MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM UPAYA PELESTARIAN UKIR DI JEPARA

MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM UPAYA PELESTARIAN UKIR DI JEPARA

Oleh: Syafii
Dosen Jurusan Seni Rupa, Magister Pendidikan
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Ukir telah menjadi simbol Jepara, namun sampai saat ini Jepara belum memiliki museum ukir, sebagaimana Kudus yang telah memiliki museum kretek, dan Pekalongan dengan museum batik. Sesungguhnya ukir sebagai fenomena budaya, tampaknya perlu dilestarikan, digenerasikan secara sadar dan terencana. Pendidikanlah tampaknya yang paling tepat untuk merealisasikannya. Jepara telah menetapkan mata pelajaran Kerajinan Ukir sebagai muatan lokal, dalam lingkungan pendidikan formal. Hal tersebut sudah barang tentu perlu berbagai penguatan salah satunya adalah pendirian museum.ukir. Museum ukir tidak hanya digunakan untuk menyimpan benda-benda kuno yang bersifat dokumentatif akan tetapi juga baru yang edukatif dan juga rekreatif. Dalam konteks pendidikan, kontribusi utama museum adalah sebagai sumber belajar. Hal ini sejalan dengan pemikiran-pemikiran pendidikan kontekstual maupun pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang digulirkan saat ini.
Kata kunci: museum, pendidikan, sumber belajar

Link PDF

Imaji adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dirasakan yang pada akhirnya dapat menghasilkan sesuatu yang bersifat produktif dan kreatif

Leave a Reply