EKSISTENSI FURNITUR AKAR KAYU RUSTIK DALAM ARENA PRODUKSI MEBEL DI TEMPELLEMAHABANG

EKSISTENSI FURNITUR AKAR KAYU RUSTIK DALAM ARENA PRODUKSI MEBEL DI TEMPELLEMAHABANG

Oleh: Dwi Wahyuni Kurniawati
Dosen Jurusan Seni Rupa
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Desa Tempellemahbang di Kabupaten Blora merupakan wilayah tempat berkembangnya furnitur akar kayu rustik. Akar kayu jati yang dulu dianggap tidak berharga, kini memiliki eksistensi dalam proses produksi dan konsumsi oleh para pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh habitus dan proses pelembagaan terhadap perkembangan furnitur akar kayu rustik di Desa Tempellemahbang, serta menganalisis struktur bentuk produk dan pemanfaatannya, sehingga diminati oleh konsumen melalui pendekatan sosiologi seni. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan analisis deskriptif analitik. Sampel ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Pengolahan data ditempuh melalui proses reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa furnitur akar kayu rustik di Desa Tempellemahbang Kabupaten Blora, muncul dan mengalami perkembangan dikarenakan adanya habitus yang menjadi indikator pembentukan dan akhirnya berpengaruh dalam terjadinya proses produksi serta pelembagaan struktural oleh para aktor dan produsen, sehingga membentuk arena produksi mebel akar kayu rustik di wilayah tersebut. Eksistensi furnitur akar kayu rustik dipengaruhi oleh adanya wacana sosial terhadap kepemilikan barang-barang tertentu yang dapat memberikan nilai simbolik terhadap status sosial seseorang.
Kata kunci : pendekatan tematik, kreativitas, seni grafis, cetak tinggi, bahan alam

Link PDF

Imaji adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dirasakan yang pada akhirnya dapat menghasilkan sesuatu yang bersifat produktif dan kreatif

Leave a Reply